Irna Gustia – detikHealth

img
(Foto: Reuters)

Jakarta, Mungkin Anda mengira warna gigi seharusnya putih berkilau. Tapi sebenarnya email atau lapisan gigi bersifat tembus pandang jadi gigi memancarkan warna dentin (zat di email) yang ada di dalam gigi.

Seperti dilansir dari dent.info.md, warna gigi tidak selalu putih tergantung individu masing-masing. Orang dewasa normalnya memiliki warna gigi kuning keabu-abuan, putih keabu-abuan atau putih kekuning-kuningan. Sedangkan gigi sulung normalnya berwarana putih susu atau putih kebiru-biruan.

Tapi selain warna gigi yang normal itu, banyak pula orang yang memiliki warna yang ekstrim. Warna gigi bisa menginformasikan mengenai apa yang terjadi dalam tubuh. Email gigi juga bisa berubah warnanya sesuai yang dimasukkan dalam mulut.

Joan Liebmann-Smith Ph.D dan Jacqueline Nardi Egan dalam tulisannya Body Sign, How to Be Your Own Diagnostic Detective, seperti dikutip Selasa (25/8/2009) mengulas ada 8 jenis warna gigi yang menjadi peringatan bagi tubuh.

1. Gigi kuning coklat

Warna gigi kuning kecoklatan akan terjadi seiring bertambahnya usia yang kebanyakan terjadi pada lansia. Tapi jika Anda belum berumur tua dan memiliki gigi yang menguning adalah tanda bahwa Anda seorang perokok, peminum kopi, teh atau cola.

2. Gigi kehijauan atau berwarna logam

Gigi yang berwarna hijau, hijau kebiruan atau coklat adalah tanda Anda terkena paparan logam secara berlebihan. Bisa saja terjadi ketika di tempat kerja atau waktu operasi gigi.

Jika terpapar besi, mangan dan perak warnanya bisa hitam. Merkuri dan timbal menimbulkan warna biru hijau. Tembaga dan nikel bisa menyebabkan gigi berwarna hijau hingga kebiruan. Menghirup gas seperti asam khrom membuat gigi berwarna oranye gelap.

Sedangkan jika terpapar lautan yodium secara berlebihan seperti banyak menghabiskan waktu di kolam yang mengandung klorin bisa menyebabkan gigi berwarna coklat.

3. Gigi abu-abu kebiruan

Banyak orang yang tidak sadar bahwa mengonsumsi antibiotik tetrasiklin selama hamil bisa membuat gigi bayi suram. Warna gigi yang suram ini juga terjadi pada anak yang mengonsumsi tetrasiklin ketika sedang dalam masa pertumbuhan.

Sedangkan noda keabu-abuan pada gigi orang dewasa pertanda menggunakan minosiklin,– yakni sejenis tetrasikilin untuk mengobati jerawat atau artritis rematoid,– dalam jangka waktu lama. Gigi abu-abu juga bisa menjadi tanda rusaknya dentin karena terjadi infeksi.

4. Gigi Bercak-bercak

Jika gigi anda bercak-bercak dan warnanya tidak rata kemungkinan terjadi enamel fluorisis. Yakni gigi yang terpapar fluorit dari air minuman yang berfluorinasi, pasta gigi dan obat kumur secara berlebihan.

Walaupun gigi bercak kurang menarik tapi ini tidak berbahaya. Tapi bercak ini bisa juga menjadi penanda peringatan awal adanya keracunan fluorit yang lama-lama bisa mengancam jiwa.

5. Gigi kehitaman

Warna gigi seperti ini termasuk menyeramkan yang menandakan adanya penyalahgunaan metamfemin. Warna gigi yang hitam juga bisa membuat gigi seseorang membusuk.

6. Gigi berlekuk

Jika terdapat lekukan halus di gigi, itu mungkin Anda terlalu banyak makan jeruk atau lemon. Asam dalam buah-buahan ini bisa membuat email dan gigi erosi.

Jika terdapat lekukan berbentuk V di bagian bawah gigi dekat garis gusi, itu tanda Anda terlalu bersemangat menggosok gigi. Penggunaan tusuk gigi secara berlebihan juga bisa menimbulkan lekukan-lekukan karena Anda menusuk lapisan email gigi. Sering menggertakan (mengadu) gigi juga bisa membuat gigi berlekuk.

7. Gigi tampak licin berkilau

Jika gigi Anda terutama gigi belakang terasa licin itu bukan tanda yang baik. Tapi itu tanda peringatan tulang yang keropos (osteoporosis). Itu juga mungkin tanda gangguan makan bulimia karena muntahan yang berulang kali akan membuat gigi tersiram asam perut dan mengikis email pelindung gigi. Hampir 90 persen penderita bulimia memiliki tanda erosi gigi.

8. Gigi retak-retak

Gigi belakang yang retak-retak lebih sering dialami orang dengan tambalan gigi dari perak yang seringkali menandakan bruxisme (kebiasan menggertakan atau mengadu gigi). Bruxisme ini lebih merusak gigi dibanding gigi berlubang akibat email pelindung yang aus saat gigi digertakkan. Sering menggertakkan gigi juga akan menimbulkan masalah rahang.