Irna Gustia – detikHealth

img
(dok. howstuffworks)

Jakarta, Cegukan kadang muncul tiba-tiba. Meski tidak berbahaya mengalami cegukan sangat tidak nyaman bahkan bisa jadi bahan tertawan teman jika bunyi yang dikeluarkan cukup keras.

Cegukan secara medis dikenal sebagai singultus yakni kondisi diafragma yang mengejang di luar kemauan. Cegukan cenderung terjadi ketika tingkat karbondioksida dalam darah merosot terlalu rendah.

Selain itu, gas beracun, merokok, makanan dan minuman yang pedas juga terkadang menjadi pemici cegukan. Begitu juga dengan makan-makanan yang dingin disambil dengan menyantap masakan panas.

Cegukan juga menjadi cara tubuh memberitahukan bahwa Anda makan atau minum terlalu banyak. Para ilmuwan juga menilai cegukan adalah refleks yang mencegah Anda tersedak makanan atau minuman.

Dikutip dari buku Joan Liebmann-Smith Ph.D dan Jacqueline Nardi Egan ‘Body Sign, How to Be Your Own Diagnostic Detective‘, Rabu (26/8/2009), cegukan umumnya berlangsung singkat hanya beberapa menit tetapi kadang-kadang cegukan bisa berlanjut sangat lama.

Jika serangan cegukan berlangsung lebih dari 2 atau 3 jam disebut cegukan yang terus menerus (persistent hiccup) sedangkan cegukan yang membandel atau intractable hiccup biasanya berlangsung lebih dari sebulan.

Kedua tipe cegukan itu lebih sering terjadi pada laki-laki ketimbang perempuan. Para ahli mengatakan cegukan yang terus menerus dan cegukan membandel disebabkan oleh impuls-impuls elektrik yang tidak dapat dikendalikan dalam saraf vagus yang mengalir dari batang otak hingga ke perut dan mengendalikan laju jantung, produksi asam lambung, usus-usus dan otot-otot tenggorakan.

Cegukan juga disebabkan oleh iritasi saraf frenikus yang merupakan saraf motor ke diafragma yang membantu mengendalikan proses bernafas.

Stres atau emosi yang tinggi juga terkadang memicu cegukan. Bisa juga pertanda di telinga Anda terdapat benda asing. Cegukan yang panjang bisa membuat seseorang pingsan yang disebabkan oleh masalah irama jantungnya. Selain itu sepertiga pasien kemoterapi juga mengeluh cegukan terus menerus.

Cegukan yang berlangsung panjang bisa juga tanda adanya pneumonia, pleurisy (radng paru-paru), peritonis (infeksi rongga perut), pericarditis (radang selaput yang mengelilingi jantung), dan pankreatitis (radang pankreas).

Cegukan seperti itu juga bisa menandakan penyakit atau gagal ginjal kronis dan juga infeksi tumor di diafragma, esofagus atau paru-paru. Cegukan yang terus menerus dan membandel juga tanda bahaya adanya stroke atau tumor otak dimana salah satunya bisa mengganggu pusat pernafasan di otak.

Ada beberapa cara untuk mengatasi cegukan yang tujuannya menaikkan kadar karbondioksida atau menstimulasi saraf vagus:

  1. Menahan nafas
  2. Bernafas ke dalam kantong kertas
  3. Manrik lidah
  4. Menggosok bola mata
  5. Menelan roti kering
  6. Makan es yang diremukkan
  7. Makan sesendok teh gula
  8. Menicium-cium bau amonia
  9. Minum segelas air dengan cepat tanpa bernafas.