Vera Farah Bararah – detikHealth

img
(foto: econ)

Jakarta, Saat bulan puasa biasanya masyarakat menghangatkan makanan berbuka puasa untuk nanti dimakan lagi saat sahur. Makanan yang paling sering di hangatkan adalah makanan yang berkuah, tapi ingat jangan terlalu sering menghangatkan makanan.

Makanan yang mengandung santan adalah salah satu jenis makanan yang paling sering dihangatkan, karena jika tidak dihangatkan makanan tersebut akan basi dan jika masih bersisa sayang untuk dibuang begitu saja.

“Seharusnya jika makanan sudah lebih dari 4 jam harus dipanaskan, agar tidak tercemar bakteri yang ada di sekitarnya,” ujar Dr. Rachmi Untoro, MPH yang ditemui detikHealth di sela-sela acara PT Nestle “Turut Mewujudkan Masyarakat Indonesia yang Lebih Sehat” di Hotel Gran Melia, Jakarta, Selasa (25/8/2009).

Dr. Rachmi menambahkan jika mengonsumsi makanan yang sudah berada di ruang terbuka selama lebih dari 4 jam, kemungkinan makanan tersebut sudah tercemar sangat besar dan bisa menimbulkan penyakit jika mengonsumsinya.

Namun, sebaiknya jangan menghangatkan makanan berulang kali karena bisa menghilangkan zat gizi yang terkandung di dalam makanan tersebut, sehingga saat dimakan nanti zat gizinya sudah sedikit atau bahkan sudah hilang sama sekali. Dan juga untuk makanan yang dihangatkan sebaiknya suhunya hingga 60 derajat C.

Sebaiknya tidak menghangatkan makanan lebih dari 2 atau 3 kali, serta perhatikan juga struktur, warna, bau dan kekentalan dari makanan tersebut. Jika sudah ada yang berubah hendaknya makanan tersebut jangan dikonsumsi lagi.

“Saat sahur makanan yang dikonsumsi harus mengandung sumber tenaga berupa karbohidrat, zat pembangun berupa protein baik hewani maupun nabati dan zat pengatur berupa vitamin dan mineral. Hindari makanan yang pedas dan sayuran yang mengandung gas saat sahur,” ujar dokter yang mendapatkan gelar Master di bidang Public Health dari School of Hygiene and Public Health di Johns Hopkins University.

Usahakan selama menjalankan ibadah puasa mengonsumsi air putih 2 liter per hari yang diatur waktunya sejak saat berbuka puasa hingga saat sahur, meskipun konsekuensinya akan sering ke kamar mandi. Serta memperbanyak konsumsi buah dan sayuran.

Jadi, masaklah makanan untuk berbuka puasa dan sahur secukupnya sehingga tidak akan bersisa dan Anda tidak perlu menghangatkannya berulang kali agar masih bisa dikonsumsi.