Jakarta, Health.Detik.com. Jika Anda memiliki gangguan tidur yang parah, sebaiknya segera menemukan cara mengatasinya. Karena peneliti di Amerika Serikat mengatakan gangguan tidur yang parah ternyata bisa meningkatkan risiko meninggal lebih cepat hingga 46 persen.

Peneliti mengatakan orang yang memiliki masalah dengan pernafasan yang parah selama tidur lebih tinggi risiko meninggal mudanya dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki gangguan tidur.

“Orang yang sering ditemui berisiko ini adalah laki-laki usia 40 sampai 70 tahun,” ujar Naresh Punjabi dan tim dari Johns Hopkins University di Baltimore, seperti dikutip Reuters, Rabu (19/8/2009).

Gangguan tidur biasanya disebabkan oleh terhalangnya saluran udara bagian atas selama tidur, mendengkur yang keras bisa menjadi salah satu gejalanya. Gangguan tidur sangat dekat hubungannya dengan obesitas, tekanan darah tinggi, gagal jantung dan stroke.

Naresh Punjabi dan tim meneliti 6.400 laki-laki dan peremuan selama kurang lebih 8 tahun. Dan ditemukan orang yang memiliki gangguan tidur parah lebih berisiko meninggal muda tanpa memandang usia, jenis kelamin, berat badan dan merokok atau tidak, seperti dilaporkan dalam Public Library of Science journal PLoS Medicine.

“Pada laki-laki 42,9 persen tidak memiliki gangguan bernapas saat tidur, 33,2 persen memiliki gangguan tidur sedang dan 8,2 persen memiliki gangguan tidur yang sangat parah,” ujar Naresh Punjabi.

Sementara itu untuk perempuan, 25 persen memiliki gangguan tidur yang sedang dan 3 persen memiliki gangguan tidur yang sangat parah. Peneliti yang dibiayai oleh National Heart, Lung, and Blood Institute of the National Institutes of Health mengatakan orang yang memiliki gangguan tidur sedang tidak masuk dalam kelompok ini.

“Pada pasien dengan gangguan tidur yang parah saluran udaranya terhalang yang membuat pasien akan menderita selama 20 sampai 30 detik hingga terbangun, jika hal ini sering terjadi atau sekitar setiap 2 menit sekali maka itu sudah termasuk gangguan tidur yang parah dan bisa menjadi masalah yang besar,” ujar Dr. David Rapoport dari New York University.

Rapoport mengatakan bahwa perawatan yang terbaik adalah dengan mengurangi berat badan. Namun, perawatan yang paling banyak berhasil adalah dengan masker CPAP (continuous positive airway pressure) melalui hidung yang mengaplikasikan tekanan untuk tetap menjaga saluran udara pasien tetap terbuka saat tidur, seperti bernapas dengan normal. Perawatan lain yang bisa membantu adalah dengan melakukan operasi, termasuk dengan memindahkan letak amandel.

Jadi, jika Anda termasuk salah satu orang yang memiliki gangguan tidur yang parah. Segeralah konsultasikan dengan dokter untuk bisa ditangani dengan benar dan menghindari risiko yang tidak diinginkan.