Luapkan Stres dengan Meremukkan Biskuit

BEIJING, KOMPAS.com – Kehidupan yang penuh persaingan menjadi ciri masyarakat modern. Semua ini membuat orang mudah tertekan dan stres. Orang pun mencari cara agar lepas dari tekanan. Mungkin dengan dugem, olahraga atau belanja. Tapi yang ini aneh dan terjadi di China.

Seorang staf penjualan di satu pasar swalayan di negeri tirai bambu mengatakan, “Sebagian orang meremukkan makanan, seperti biskuit, jadi berkeping-keping. Kami menemukan begitu banyak makanan yang remuk-redam sehingga kami dapat memasukkannya ke dalam kotak besar setiap hari.”

Banyak ahli mengatakan, sebagian besar orang itu adalah pekerja kantoran di kota besar dan sedang, kelompok yang paling sering menghadapi tekanan persaingan jaman modern.

Namun metode mereka untuk menghilangkan stres telah menyulut kecaman dari pemilik pasar swalayan dan pembeli lain.

Seorang pelanggan berkata, “Orang mesti menyesuaikan diri guna meredakan tekanan, bukan melakukan tindakan semacam ini. Perilaku ini membahayakan diri mereka sendiri dan orang lain.”

Keprihatinan mengenai peremuk makanan dibenarkan. Banyak ahli ilmu jiwa mengatakan tingkah-laku itu dapat berkembang jadi perbuatan kriminal yang akan melukai orang lain. Mereka menyarankan para peremuk makanan membuat perubahan sebelum mereka sangat terlambat.

Ma, Direktur Pusat Psikologi Yanyuanbosi Beijing, mengatakan, “Mereka dapat menemukan beberapa cara yang lebih baik guna meredakan tekanan, seperti berjogging, mendengarkan musik, atau pergi ke bar.”

Sudah tiba waktunya untuk menemukan cara lain meredakan tekanan dan meninggalkan tindakan yang berbahaya.