Nurul Ulfah – detikHealth

img
(Foto Yeast2007)

Hongkong, Selama ini kolesterol LDL (Low Density Lipoprotein) dikenal sebagai kolestrol jahat karena meningkatkan risiko serangan jantung. Kini, para peneliti menemukan kolesterol jenis baru yang sama berbahayanya dengan LDL, yaitu oxycholesterol.

Dalam National Meeting of the American Chemical Society, para peneliti China menyebutkan bahwa oxycholesterol adalah jenis kolesterol berbahaya yang menjadi ancaman penyakit kardiovaskular.

“Selain LDL, oxycholesterol ternyata juga meningkatkan level total kolesterol dibanding kolesterol yang tidak teroksidasi,” ujar Zhen-Yu Chen, PhD, dari Chinese University of Hong Kong, seperti dilansir Science Daily, Senin (24/8/2009).

Para peneliti telah lama mengetahui bahwa ada reaksi oksidasi antara lemak dan oksigen yang menghasilkan oxycholesterol dalam tubuh. Oksidasi terjadi ketika lemak dipanaskan, seperti makanan berlemak yang digoreng.

Para produsen pangan justru memproduksi oxycholesterol seperti asam lemak trans untuk meningkakan tekstur, rasa dan stabilitas produk.

oxycholesterol diduga bisa menyebabkan kerusakan sel, DNA dan meningkatkan risiko penyakit atherosclerosis (penyempitan pembuluh darah) dibanding jenis kolesterol lain yang tidak teroksidasi.

Studi yang menggunakan tikus sebagai bahan percobaannya itu menemukan bahwa kolesterol darah dari tikus yang mengonsumsi oxycholesterol meningkat hingga 22 persen lebih dibanding tikus yang tidak diberi makan oxycholesterol, dan menghasilkan plak dalam pembuluh darahnya.

Oxycholesterol juga dapat menurunkan elastisitas pembuluh darah (arteri) dan menghambat aliran darah sehingga menyebabkan risiko penyakit jantung dan stroke meningkat.

Tapi jangan khawatir, Chen mengatakan dengan mengonsumsi makanan yang tinggi akan antioksidan (buah, sayur, gandum utuh, kacang-kacangan, serealia), dapat mengurangi level oxycholesterol yang bisa mencegah terjadinya proses oksidasi dalam tubuh ketimbang harus mengonsumsi obat anti kolesterol seperti statin.