Sleep paralysis atau tidur lumpuh (karena tubuh tak bisa bergerak dan seperti lumpuh) adalah keadaan ketika seseorang akan tidur atau bangun tidur merasa sesak napas seperti dicekik, dada sesak, badan sulit bergerak, dan sulit berteriak. Sleep paralysis, yang lebih dikenal dengan tindihan ini, memang bisa berlangsung dalam hitungan detik hingga menit. Yang menarik adalah, saat tindihan terjadi kita sering mengalami halusinasi seperti melihat sosok atau bayangan hitam di sekitar tempat tidur. Tak heran, kadang-kadang fenomena ini dikaitkan dengan hal-hal mistis.

            Menurut Al Cheyne (peneliti dari Universitas Waterloo, Kanada) sleep paralysis mertupakan sejenis halusinasi karena adanya malfungsi tidur di tahap Rapid Eye Movement (REM). Sebagai tambahan pengetahuan, berdasarkan gelombang otak, tidur terbagi 4 tahapan yang meliputi tahap tidur paling ringan (masih setengah sadar), tahap tidur yang lebih dalam, tidur paling dalam, dan tahap REM. Pada tahap inilah mimpi terjadi.

            Saat kondisi tidur terlalu lelah atau kurang tidur, gelombang otak tidak mengikuti tahapan tidur yang seharusnya. Misalnya dari keadaan sadar (saat hendak tidur) ke tahap tidur paling ringan, lansung melompat ke mimpi (REM). Ketika otak mendadak bangun dari tahap REM tapi tubuh belum, maka disinilah terjadi tindihan. Rasanya sih sudah sadar, namun tubuh tak bisa bergerak, ditambah lagi adanya halusinasi muncul sosok lain yang sebenarnya merupakan cirri khas dari mimpi.

            Sleep paralysis bisa juga disebabkan sesuatu yang tidak dapat dikontrol. Akibatnya, muncul stress dan terbawa ke dalam mimpi. Lingkungan  kerjapun ikut berpengaruh, misalnya bekerja dalam shift yang menyebabkan pola tidur tidak teratur. Oleh karena itu, coba-cobalah untuk mengatur waktu tidur yang baik dan teratur.

 

 

 

(sumber:modis)