Makan daging? Boleh nggak sih sebenarnya makan daging tatkala sedang berdiet? Ini yang sering jadi persoalan, sebab kebanyakan orang menjadi takut makan daging karena sedang diet. Sebenarnya, ada trik tertentu yang dapat dilakukan sehingga program diet tetap berjalan mulus dan makan daging tanpa membuat gemuk. Sebelum memahami prosi daging yang sebenarnya bagi yang sedang berdiet, yok kita ketahui terlebih dahulu apa dan bagaimana daging itu sebenarnya.

Daging merupakan bahan pangan yang penting dalam memenuhi kebutuhan gizi. Selain mutu proteinnya tinggi, pada daging terdapat pula kandungan asam amino esensial yang lengkap dan seimbang. Keunggulan lain adalah protein daging lebih mudah dicerna ketimbang yang berasal dari nabati. Bahan pangan ini juga mengandung beberapa jenis mineral dan vitamin.

Mudah dicerna

Protein yang terkandung di dalam daging, seperti halnya susu dan telur, sangat tinggi mutunya sehingga baik diberikan kepada si buah hati. Selain dalam bentuk daging segar (empal, semur, sate, rending, dll), daging juga dapat dikonsumsi dalam berbagai produk olahan, seperti daging corned (corned beef), daging asap, dendeng, bakso, dan lain-lain.

Akibat proses pengolahan dan komponen bumbu yang digunakan, beberapa produk olahan tersebut memiliki nilai gizi lebih baik dibandingkan dengan daging segarnya. Produk olahan daging tersebut dapat juga digunakan sebagai alternative sumber protein hewani.

Kandungan Gizi

Daging juga mengandung kolesterol walaupun dalam jumlah yang relative lebih rendah dibandingkan dengan bagian jeroan maupun otak. Kadar kolesterol daging sekitar 500 miligram/100 gram lebih rendah daripada kolesterol otak (1800-2000 mg/100g) atau kolesterol kuning telur (1500mg/100g). Secara umum, daging merupakan sumber mineral kalsium, fosfor, dan zat besi, serta vitamin B kompleks (niasin, riboflavin, dan tiamin) tetapi rendah kadar vitamin C.

Hati yang lebih dikenal sebagai jeroan, mengandung kadar vitamin A dan zat besi yang sangat tinggi. Zat besi sangat dibutuhkan untuk pembentukan hemoglobin darah, yang berguna mencegah timbulnya anemia. Pemasakan menggunakan panas sangat bermanfaat untuk mematikan mikroba dan meningkatkan cita rasa. Proses pemasakan daging tidak terlalu berpengaruh terhadap kadar protein, serta beberapa jenis vitamin seperti thiamin, riboflavin, niasin dan asam pantotenat. Namun bila daging dimasak menggunakan air, banyak vitamin, mineral, dan asam amino yang akan terlarut di dalam kaldunya. Itulah alas an kaldu memiliki nilai gizi yang cukup baik.

Untuk yang diet

Porsi makan daging pada sekali makan adalah 50 gram, mengandung 95 kalori, 6 gr lemak, 10 gr protein. NAmun, untuk yang berdiet atau sedang dalam rangkan menurunkan berat badan, maka prosi daging yang boleh dikonsumsi adalah ½ porsi yaitu 25 gram yang mengandung 47,5 kalori, 3 gr lemak dan 5 gr protein.

Selain porsi yang dikurangi, carea memilih dan pengolahan juga sangat berpengaruh. Untuk memilih daging, pilih daging yang masih merah yang tidak mengandung lemak.

Untuk pengolahannya, hindari pengolahan daging dengan santan. Memang sih semua daging memiliki kandungan kalori dan lemak yang sama. Namun dengan memperhatikan cara pengolahannya, maka tidak akan menambah kandungan kalori dan lemak pada makanan. Hindari pula penggunaan minyak goreng. Jika terpaksa, pilih minyak goreng jagung atau kedelai. Pengolahan daging yang dibakar juga dapat mengurangi lemak dan kalori yang ada. Yang paling penting nih, perhatikan bumbu dan cara pengolahannya.

(sumber: modis)