Pernah membayangkan nggak awet muda bak Dayang Sumbi , tokoh legendaris dalam cerita Sangkuriang hingga anak mudapun jatuh hati pada kemudaan dan kecantikannya? Tentu, banyak wanita ingin awet muda. Tapi pada kenyataannya, setiap orang pasti akan menjadi tua. Proses penuaan ini dipengaruhi oleh factor genetic, lingkungan, gaya hidup dan penyakit-penyakit yang diderita. Beberapa pakar mencoba merumuskan apa yang dimaksud dengan proses menua. Antara lain :

v     Teori pakai dan rusak (wear and theory)

Teori ini dikemukakan dr. August Weismann. Mneurutnya, tubuh dan sel-selnya akan rusak karena banyak terpakai dan digunakan secara berlebihan sepanjang hidup.

v     Teori neuron endokrin

Teori ini dikemukakan Vladimir Dilman, Ph.D. Pada saat proses penuaan, produksi hormone tubuh menjadi berkurang, sehingga kemampuan tubuh untuk memperbaiki diri sendiri (self repaired) dan mengatur sendiri (self regulation) menjadi rendah.

v     Teori control genetic

Secara genetic, manusia sudah membawa garis seberapa cepat ia menua dan akhirnya meninggal. Namun dalam perjalanannya ada variasi-variasi tertentu yang bisa menjelaskan mengapa ada adik yang terlihat lebih cepat tua dibandingkan kakaknya.

v     Teori telomerase

Telomer adalah rangkaian asam nuklet di ujung kromosom. Setiap kali sel tubuh membelah, telomere akan memendek dan inilah yang mengurangi kemampuan sel memperbaiki diri.

v     Teori radikal bebas

Teori ini merupakan teori yang paling popular saat ini. Radikal bebas dianggap sebagai penyebab kerusakan fungsi sel hingga mempercepat proses penuaan.

ZAT-ZAT PENGHAMBAT PENUAAN

Kalo kita tidak ingin cepat tua, ini ada zat-zat yang dapat menghambat proses penuaan. Salah satunya adalah zat antioksidan yang merupakan senyawa-senyawa kimia pemberi electron. Sedangkan dari sudut panang biologis, antioksidan adalah senyawa yang dapat meredam dampak negative oksidan (radikal bebas).

Antioksidan yang ada alam b-karoten,vitamin E, dan vitamin C. B-karoten banyak terdapat alam minyak kelapa sawit, sayuran dan buah-buahan. Kebutuhan b-karoten setiap individu adalah 3-6mg/hari. Asupan sejumlah ini cukup unutk menurunkan resiko penyakit kronis. Sedangkan efek samping penggunaan b-karoten dosis tinggi (.30 mg/hari) dalam jangka panjang dapat menyebabkan karotederma.

Sementara kebutuhan vitamin E agar mampu meredam radikal bebas dalam tubuh adalah 200 IU/hari. Vitamin E dapat diperoleh dari minyak, kacang, daging, susu, tauge, dan sejenisnya. Vitamin E yang sudah berhasil meredam radikal bebas akan menjadi tokoferoksil radikal yang lebih lemah sifat radikalnya. Tokoferoksil radikal ini digenerasikan oleh vitamin C sehingga dapat dipakai lagi sebagai antioksidan.

Adapun kebutuhan vitamin C pria dewasa perhari adalah 90 mg, sedangkan wanita sebanyak 75 mg/hari. Khusus untuk perokok, kebutuhan setiap harinya 35 mg lebih banyak disbanding kebutuhan nonperokok. Sumber vitamin C terbanyak adalah buah-buahan dan sayur mayor. Secara umum,buah dan sayur berperan penting dalammeredam dampak negative radikal bebas.

LAKUKAN OLAHRAGA

Masalah utama yang menyertai penuaan adalah menurunnya libido dan kualitas hidup secara keseluruhan yang bagi sebagian orang terdengar sangat mengerikan. Di usia ini massa otot berkurang, sedangkan massa lemak bertambah.Tanpa olahraga, orang akan kehilangan 2-3 kg jaringan otot setiap decade. Ibaratnya otot adalah mesin tubuh. Kehilangan massa otot akan berdampak besar terhadap terhadap kemampuan fisik maupun kemampuan fungsional. Tak ubahnya mobil, kalau sebelumnya memiliki kapasitas mesin 8 silinder, maka akan menurun menjadi 6 silinder, kemudian 4 silinder dan seterusnya.

Yang mudah terlihat dari berkurangnya massa otot dan turunnya metabolisme tubuh adalah penambahan berat badan secara gradual alias bertahap, yakni sekedar 5 kg per decade. Pasalnya, kalori yang semula digunakan untuk jaringan otot kini disimpan dalam sel lemak yang dapat mengakibatkan terjadinya obesitas.  Dengan tidak proporsionalnya pertambahan berat badan, maka mekanisme kerja tubuh pun secara umum akan terganggu. Selanjutnya, akibat kerja mesin tubuh yang seakan terus dipacu itu, proses penuaan pun menjadi makin cepat.

Olahraga yang disarankan untuk menghambat proses penuaan adalah olahraga ringan yang disesuaikan dengan usia dan kemampuan tubuh. Joging seumur hidup sangat disarankan. Jika tak ada waktu/tempat, berjalan di atas treadmill satu jam per hari pun sudah cukup. Penelitian yang dilakukan Dr. Peter chnor dan koleganya dari universitas Hospital Copenhagen pada 4658 pria sehat usia 20-79 tahun membuktikan bahwa mereka yang terus jogging sepanjang 5 tahun memiliki tubuh yang lebih sehat. Selain itu, lemak alam tubuh mereka pun berkurang, tingkat stress rendah, awet muda dan memiliki usia harapan hidup yang lebih panjang. Kalaumemberi keuntungan seperti ini, kenapa kita tidak mulai berolahraga rutin ya???

(sumber : nakita)