Anda pasti pernah bukan merasa kurang sreg dengan apa yang dilakukan suami pada saat tertentu. Tapi Anda malah jadi serba salah, mau bilang takut suami marah, tapi mau diam juga nggak enak. Lalu bagaimana caranya agar suami mau menerima koreksi Anda tanpa merasa terancam? Prinsipnya mudah yaitu dengan meletakkan kritik atau koreksi Anda di antara 2 potong pujian. Tapi tentunya berbicara dengan sangat pribadi dengan suami Anda. Jangan melontarkan kritikan di depan orang banyak karena suami bisa merasa dipermalukan.

            Lalu caranya gimana ya? Coba dekati sumai dengan senyuman dan kata-kata yang ramah. Lalu, temukan hal apa yang menyebabkan dia bertindak seperti itu supaya Anda juga lebih bisa memahami motivasi di balik tindakannya. Apabila Anda berhasil masuk dengan lembut, Anda akan lebih siap untuk menyampaikan kritik yang membangun. Sebab makin kita bersikap lembut dan berhati-hati, orang lain makin dapat menerima kritik dari kita.

            Saat menyampaikan kritik atau koreksi, gantilah kata ‘engkau’ dengan ‘aku rasa’ karena kata ‘engkau’ menyiratkan penghakiman dan kritik, jadi bukannya apa yang anda rasakan. Sampaikan pula jika anda dan suami ingin hubungan bertumbuh, jadi amtlah penting untuk menceritakan apa yang anda rasakan.

            Yang pasti adalah memberi teladan pada suami dengan menerima koreksi dan kritiknya secara antusias. Sebab sikap memahami dan menerima kritik suami tak hanya merupakan keputusan bijak yang bakal menguntungkan Anda sendiri, namun juga meningkatkan cinta suami pada Anda. Dijamin dech!