Setiap pasangan suami istri pernah mengalami selisih pendapat dan itu adalah wajar. Apalagi pertengkaran dengan keluarga atau teman, itu juga wajar. Akan tetapi kalo kita salah dalam bertengkar, efek yang ditimbulkan sangatlah merugikan. Pertengkaran seringkali terjadi karena cara berkomunkasi yang salah dimana terjadoi kata-kata kasar dan tinggi, sikap kasar, dan sebagainya.  Maka agar tidak timbul luka yang mendalam, alangkah baiknya mengetahui seni bertengkar. Bagaimana sih bertengkar yang baik itu? Yaitu dengan mengkomunikasikan perbedaan pendapat dengan tepat sehingga akan mencapai kata sepakat tanpa saling melukai satu sama lain. Berikut ada beberapa hal yang dapat membantu kita, kita lihat yuk!

  1. Pastikan tempat dan tepat waktu

Waktu yang dipilih untuk berbicara adalah jangan di waktu larut malam, sebab pada saat itu pasangan sedang dalam keadaan capek sehingga bisa menyulut emosi seseorang dengan mudah. Selain itu pilih tempat yang tenang untuk bicara. Jangan di tempat umum atau di hadapan anak-anak.

2. Tepat tujuan

Perlu diingat bahwa tujuan bicara adalah untuk mencari titik temu atau kesepakatan, bukan untuk mengungkit masalah atau mencari siapa yang salah, siapa yang menang dan siapa yang salah.

3. Jangan mengkritik hal yang jelas-jelas tidak bisa diubah

Jangan mengkritik di depan umum karena bisa membuat malu sekaligus melukai harga diri orang lain.

4. Jangan menggunakan senjata mematikan

Yang dimaksud adalah hindari kata-kata kasar dan menusuk orang lain. Hindari pula kekerasan secara fisik. Menghina sama buruknya dengan memukul.

5. Hindari nada bicara yang tinggi

Apabila orang yang dihadapi mulai berbicara dengan nada tinggi, pertahankan nada bicara Anda afar tetap lembut. Jangan terpancing emosi. Cobalah dan bultilan bahwa nada-nada tinggi di sekitar Anda itupun akan berangsur mereda.

            Ingatlah, jangan sekali-kali menyerang pribadi seseorang, namun serang dan tuntaskan masalah ayng ada. Setelah mendapat tittik temu, maka penting sekali untuk mengadakan komitmen melaksanakannya bersama-sama. Bagaimana, Anda siap mempraktikkannya?i