ngamuk1

            Emosi marah sudah menjadi sifat setiap manusia. Jadi lumrahlah kalo ada orang yang marah yang mungkin diakibatkan adanya rasa tidak puas, hatinya disakiti atau masalah lainnya.Meskipun setelah marah, kita bisa merasa lega, namun kadang-kadang perasaan lega itu hanya berlangsung pendek.Sehingga tanpa kita sadari hal itu bisa berdampak secara psikologis, maupun biologis. Beberapa fakta mengungkapkan bahwa amarah ternyata mempunyai dampak yang cukup besar terhadap kesehatan. Amarah berasal dari bagian otak yang sangat tua dan biasanya berlangsung hanya selama satu hingga dua detik saja, tetapi bisa juga berlangsung dalam jangka waktu panjang.

            Gejala biologis dan psikologis orang yang sedang marah, sudah menjadi pertanda buruk bagi kesehatan. Untuk gejala biologis, orang yang sedang marah akan mengalami tekanan darah yang meningkat, hormon stres meninggi, nafas jadi pendek, jantung berdebar, gemetar, pupil mata berkontraksi dengan tidak teratur, kekuatan fisik meningkat, impotensi, cara bicara dan gerak lebih cepat dan sering, lebih sensistif. Jelas tanda-tanda ini akan mengakibatkan pergerakan sel dan hormon dalam tubuh jadi tidak normal.

            Sedang secara psikologis, orang yang marah akan dipengaruhi sifat kritis, pendengki, pendiam, tingkah lakunya agresif, cemburuan, percaya diri rendah, mudah menilai orang dengan negatif, kerap mengutuk orang, selalu tak enak perasaannya, depresi, gelisah, lesu, dan mudah lelah.

            Pada kenyataannya, marah bisa datang tiba-tiba, tapi ada juga yang bisa diprediksi. Namun jika kita telah mengetahui dampak marah di atas, maka ada baiknya kita berusaha untuk mengendalikan kemarahan kita. Sebaliknya, luapkan amarah dengan sesuatu yang lebih positif seperti merilekskan diri agar lebih tenang. Dan perlu diingat, banyak marah jadi cepat tua lo!!